Minggu, 17 Juni 2012

BENCANA GUNUNG MERAPI MERUBAH KEHIDUPAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SEKITAR GUNUNG MERAPI (TUGAS KULIAH SOSIOLOGI)

Abstak
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia yang terletak di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung Merapi meletus terakhir pada 26 Oktober 2010. Akibat kejadian tersebut ratusan orang meninggal termasuk juru kunci gunung Merapi yaitu Mbah Marijan. Selain itu, bencana tersebut juga mengakibatkan perubahan sosial. Banyak orang kehilangan harta bendanya termasuk rumah mereka, sehingga menyebabkan mereka harus tinggal ditempat pengungsian. Perubahan sosial lainnya yang terjadi akibat erupsi Merapi yaitu berubahnya mata pencaharian penduduk dari seorang petani menjadi penambang pasir dan pola interaksi antar kelompok. Selain dampak negatif, erupsi gunung Merapi juga menyebabkan dampak positif berupa ada daerah yang menjadi objek wisata yang disebut dengan Lava Tour yang telah diresmikan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.
Kata Kunci : Erupsi Merapi, dampak, perubahan sosial
Pendahuluan
Siapa yang tidak tahu bencana erupsi gunung Merapi pada bulan oktober 2010 yang lalu? Hampir semua orang tahu tentang bencana tersebut karena sebagian besar media massa memberitakan hal tersebut. Gunung Merapi memanglah gunung yang aktif di Indonesia dan sering mengalami erupsi. Erupsi terakhir pada bulan oktober 2010 yang lalu merupakan erupsi terbesar selama 100 tahun ini. Akibat erupsi tersebut, banyak perubahan-perubahan yang terjadi seperti banyak orang  kehilangan harta bendanya, anak kecil mengalami trauma, masyarakat harus berganti mata pencaharian dan daerah yang terkena dampak erupsi merapi menjadi objek wisata.
Pembahasan
Perubahan Sosial Pasca Erupsi Gunung Merapi pada Bulan Oktober 2010
Meletusnya Gunung Merapi pada Oktober 2010 lalu merupakan erupsi yang cukup besar. Banyak korban yang tewas akibat erupsi gunung Merapi ini. Seorang yang ditugaskan menjadi juru kunci Merapi yaitu Mbah Marijan juga meninggal akibat terkena awan panas Merapi.
Pada saat erupsi terjadi para warga yang berada disekitar lereng Merapi diminta mengungsi untuk menghindari awan panas dan mencegah banyaknya korban meninggal. Para korban bencana erupsi Merapi disediakan tempat tinggal berupa rumah pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah. Untuk pakaian, mereka mendapatkan sumbangan berupa pakaian bekas yang masih layak untuk dipakai.
 Pasca erupsi gunung Merapi ini banyak menimbulkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif yang memicu perubahan sosial. Adapun dampak negatif dari erupsi Merapi ini diantaranya ialah membuat orang-orang yang tinggal disekitar Merapi harus kehilangan lapangan pekerjaan, rumah tempat tinggal, dan perlengkapan hidup lainnya. Rumah beserta barang-barangnya rata dengan tanah akibat terjangan awan panas Merapi.
Korban erupsi Merapi tidak hanya mengalami kerugian berupa material saja tetapi banyak diantara mereka yang merasa sedih bahkan tertekan akibat harus kehilangan orang-orang yang disayanginya karena meninggal akibat terkena awan panas. Selain itu banyak anak-anak yang harus ketinggalan mata pelajaran karena sekolah diliburkan.
Dampak lain dari erupsi Merapi pada bulan oktober tahun lalu menyebabkan sejumlah warga kehilangan ternak dan pekerjaan sehari-hari. Untuk saat ini, pemerintah sudah menyediakan hunian sementara bagi para korban erupsi Merapi, pemerintah juga telah mengganti hewan-hewan ternak warga lereng gunung Merapi yang hilang atau mati saat erupsi Merapi terjadi.
Dampak positif akibat erupsi gunung Merapi yaitu adanya batu dan pasir dari erupsi gunung Merapi yang dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai bahan bangunan atau untuk dijual. Hal ini menyebabkan perubahan sosial dimana warga yang dahulunya bekerja sebagai petani kini mereka harus menjadi penambang pasir.
 Dampak positif lain yaitu daerah Lava Tour dijadikan objek wisata dan telah diresmikan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Sehingga menimbulkan perubahan  sosial yang terjadi pada masyarakat kawasan Lava Tour yang berlangsung dengan cepat, karena setelah bencana erupsi Merapi masyarakat harus segera menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan baru yang merubah tatanan kehidupan masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi dengan cepat, menyebabkan sebuah kebingungan dan menimbulkan suatu kejutan kebudayaan atau cultural shock bagi masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi pada kehidupan sosial  masyarakat  kawasan  daerah Lava Tour antara lain, perubahan pada pola interaksinya, perubahan matapencaharian  dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, dan organisasi- organisasi sosial.
Daerah Lava Tour banyak dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Banyaknya wisatawan tersebut yang mengunjungi obyek wisata Lava Tour memberi pengaruh pada perubahan sosial dan budaya masyarakat. Warga lereng Merapi yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa jawa, berubah menggunakan bahasa indonesia dalam menawarkan barang dagangannya kepada wisatawan yang berkunjung. Kosakata bahasa Indonesia yang digunakan warga lereng Merapi sangat terbatas dan dalam kesehariannya tetap menggunakan bahasa sehari- hari. Di bukanya obyek wisata Lava Tour juga membuat akses jalan di kawasan Lava Tour menjadi lebih bagus.
Perubahan juga terjadi pada pola pemukiman warga daerah lereng  pegunungan yang umumnya berpencar dan tidak teratur, begitu juga dengan pola pemukiman  masyarakat di lereng gunung Merapi yang sekarang ini menjadi kawasan wiasata Lava Tour. Setelah adanya bencana erupsi Merapi yang mengharuskan mereka berkumpul dalam satu area pemukiman yang telah dibuat oleh pemerintah maupun LSM yang memberi bantuan berupa tempat tinggal sementara, merubah pola pemukiman masyarakat yang berimbas pada pola interaksinya. Pada saat memiliki nasib yang sama yaitu sedang menghadapi suatu masalah yang sama dan harus mencari jalan keluar bersama, maka rasa solidaritas dalam kelompok pada masyarakat dari berbagai desa di lereng gunung Merapi yang mengungsi meningkat.
Kesimpulan
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang aktif di Indonesia. Gunung Merapi terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Erupsi Merapi terakhir terjadi pada bulan Oktober 2010. Akibat erupsi Merapi banyak yang berubah di daerah sekitar gunung Merapi khususnya kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
Erupsi Merapi menyebabkan perubahan sosial yang mengarah pada kemajuan maupun kemunduran. Adanya daerah objek wisata Lava Tour merupakan perubahan social yang mengarah pada kemajuan. Sedangkan kemunduran yang dialami masyarakat disekitar lereng Merapi yaitu mereka kehilangan harta benda serta rumah mereka sehingga menyebabkan mereka menjadi miskin. Perubahan sosial juga terjadi pada bidang mata pencaharian mereka dari seorang petani menjadi seorang penambang pasir.
Upaya pemerintah untuk mengatasi bencana akibat erupsi Merapi ini diantaranya dengan memberikan rumah pengungsian untuk para korban yang kehilangan rumah mereka. Selain itu pemerintah juga mengganti hewan ternak yang hilang atau mati akibat terkena dampak erupsi Merapi.

Sumber acuan yang digunakan :
Dipostingkan pada : Rabu, 4 Januari 2012
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA @ LAVA TOUR
diambil pada : Senin, 28 Mei 2012 | 10.25 WIB

KESUKSESAN MERUPAKAN IMPIAN SETIAP INSAN


Sukses adalah satu kata yang semua orang ingin meraihnya. Sukses merupakan impian setiap orang. Berbagai cara dilakukan manusia untuk meraih kesuksesan. Sebagian besar orang yang sukses adalah mereka yang berusaha keras untuk meraih impiannya.
Kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya. Kesuksesan juga tidak dapat dicapai dengan mudah. Untuk mencapai kesuksesan, diperlukan perjuangan dan pengorbanan yang besar. Banyak orang sukses dahulunya adalah orang yang mengalami berbagai kesulitan dalam hidupnya. Namun karena kerja kersanya, mereka bisa melewati berbagai kesulitan tersebut dan bisa menggapai kesuksesan yang menjadi  impian mereka.
Berbagai pertanyaan muncul dari orang-orang yang ingin meraih kesuksesan dimasa depannya.
1.             Bagaimana cara meraih kesuksesan?
2.             Apa saja penyebab kegagalan dan bagaimana cara mengatasinya?
Kedua pertanyaan diatas merupakan pertanyaan penting yang harus ditemukan jawabannya. Melalui tulisan ini diharapkan mampu memberikan jawaban yang bisa diterapkan dalam kehidupan terutama untuk meraih kesuksesan.
Sukses sama dengan berhasil. Kesuksesan adalah keberhasilan seseorang dalam meraih apa yang diimpikan/cita-citakan. Kesuksesan hanya dapat diraih dengan berusaha keras dan pantang menyerah.


Menurut Wilma Rudolf ketika diwawancarai, ia mengaku bahwa kunci keberhasilannya terletak pada enam perkara yaitu ;
1.             Percaya kepada Tuhan. Sebab, tanpa Dia aku tidak bisa mewujudkan cita-cita
2.             Cinta yang sangat besar pada sang ibu. Aku ingin membuatnya bangga padaku.
3.             Impian yang teramat besar yang kemudian berubah menjadi kemungkinan, lalu cita-cita yang jelas.
4.             Keinginan yang menggebu dan selalu mengua seiring bergulirnya waktu.
5.             Keputusan yang kuat dan tidak ragu-ragu
6.             Bertanggung jawab penuh atas semuanya. Aku tidak pernah menyalahkan siapapun dan apapun. Aku hanya ters berkonsentrasi pada tujuanku. Aku sangat menghargai waktu latihan, cara-cara sehat, dan hasil yang kudapat, apa pun itu. (Elfiky, 2009:313).
Untuk meraih kesuksesan, seseorang harus mempunyai mimpi terlebih dahulu. Mimpi adalah hal terindah yang pertama kali ada sebelum lahirnya kesuksesan. Bermimpi adalah langkah awal dalam menggapai kesuksesan. Ketika mimpi telah dimiliki, kemudian kuatkan mimpi tersebut.
Ada banyak tahapan untuk menggapai mimpi yang telah ditetapkan. Pertama yakin dan optimis bahwa mimpi akan dapat diraih. Yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan mimpi yang diinginkan. Seperti apa yang dikatakan Willma Rudolf, bahwa kunci pertama keberhasilan adalah yakin dan percaya pada Tuhan karena tanpa Dia maka seseorang tidak akan dapat mencapai cita-citanya. Kemudian meminta do’a dan dukungan dari orang tua terutama seorang Ibu.
Kedua yakni belajar dan berusaha keras untuk meraih apa yang telah direncanakan. Motivator Indonesia ternama yaitu Mario Teguh  dalam bukunya yang berjudul life changer (menjadi pengubah hidup) beliau menulis “Rencanakanlah yang akan anda lakukan, dan lakukanlah yang telah anda rencanakan”.
Untuk menggapai mimpi maka perlu membuat target yang terencana. Artinya mulai dari sekarang rencanakan apa yang hendak dicapai dalam menuju cita-cita atau mimpi. Buat target yang bisa membantu tercapainya mimpi. Target harus dibuat dengan sungguh-sungguh dan langkah selanjutnya selalu berusaha untuk mencapai target. Jadikan target sebagai standar terkecil. Jadi selalu berusaha untuk mencapai segala sesuatunya melebihi target yang telah direncanakan.
Langkah ketiga untuk meraih kesuksesan ialah pantang menyerah. Tidak semua orang dapat meraih mimpi dengan lancar dan tanpa melalui kesulitan maupun kegagalan. Orang yang ingin sukses harus mempunyai sikap pantang menyerah karena dalam mencapai cita-cita banyak sekali tantangan yang timbul. Ketika seseorang dihadapkan pada kegagalan, ia harus mampu bangkit satu kali lebih banyak daripada kegagalan yang dialaminya. Misalnya saja seseorang yang telah mengalami kegagalan selama 10 kali maka ia harus mampu bangkit 11 kali begitu seterusnya. Selain itu ketika seseorang dihadapkan pada kegagalan ataupun kesulitan yakinlah bahwa setelah itu akan ada kemudahan seperti judul buku milik R.A Kartini yaitu Habis Gelap Terbitlah Terang.
Semua orang pasti mempunyai mimpi. Namun dalam kenyataannya ada yang berhasil dalam menggapai mimpinya tapi ada juga yang menyerah dengan mimpi yang dimiliki. Tidak sedikit orang yang tidak ingin bermimpi tinggi karena merasa mimpinya adalah hal yang mustahil untuk dicapai. Tetapi tidak sedikit pula orang yang sukses berawal dari mimpi-mimpi yang ada dalam fikirannya. Mengapa demikian? Mengapa ada orang yang sukses dan ada orang yang gagal dalam menggapai mimpinya?.
Banyak orang di dunia ini mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu hal tetapi mereka tidak yakin dengan apa yang dimilikinya. Itulah yang membuat mereka gagal lebih dulu. Ada istilah “kalah sebelum berperang” inilah istilah yang pantas untuk orang yang tidak mau mencoba sesuatu yang sebenarnya ia mampu untuk melakukannya.
Hal selanjutnya yang membuat seseorang terhalang untuk menggapai mimpinya ialah adanya konsep diri negatif. Konsep diri adalah pandangan pribadi yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri atau penilaian terhadap dirinya sendiri. Ada dua konsep diri yaitu konsep diri negatif dan konsep diri positif.
Konsep diri positif yaitu penilaian baik terhadap diri sendiri, dimana seseorang menyadari kemampuan yang dimilikinya untuk melakukan suatu hal sehingga ia mampu mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya. Konsep diri negatif yaitu sebuah penilaian buruk terhadap dirinya sendiri. Kebanyakan orang lebih suka mencari keburukannya dari pada mencari kelebihan yang ada pada diri sendiri, alasannya karena keburukan yang ada pada diri seseorang cenderung lebih terlihat dari pada kelebihannya. Hasil dari ini akan menimbulkan rasa pesimis, rasa rendah diri pada seseorang, dan rasa tidak akan mampu melakukan sesuatu.  Padahal pada setiap diri manusia terdapat potensi yang besar yang dapat dioptimalkan dengan mencoba segala sesuatu yang bermanfaat dan dapat menunjang tercapainya mimpi yang dimiliki.
Untuk meraih kesuksesan seseorang harus mampu menumbuhkah rasa optimis dan mampu melihat konsep diri positif, yakin dengan kemampuan yang dimiliki untuk meraih mimpinya. Kemudian  membuang konsep diri negatif yang dapat menghalangi tercapainya kesuksesan.

Sabtu, 19 November 2011

ATURAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM


ATURAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM




  1. Pernikahan Adalah Fitrah Manusia
Agama Islam adalah agama fitrah, dan manusia diciptakan Allah Ta’ala sosokdengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyurh manusia menghadapkan dirike agama fitrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fitrahnya.
Pernikahan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Islam telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntunan naluri manusia yang sangat asasi dan sarana untuk membina keluarga Islami.
Ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu ‘ anhu berkata :”Telah bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang artinya: “Barang siapa menikah, makaia telah melengkapi separuh agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memlihara yang separuhnya lagi,” (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).
Rasullullah Shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu’anhu berkata:” rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami mambujang dengan larangan yang keras.”Dan beliau bersabda yang artinya: “Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapkan para Nabi kelak di hari kiamat.(Hadits Riwayat Ahmad dan di Shahihkan oleh Ibnu Hibban).
Jadi orang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong ornag yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagaian hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun spritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Allah.
Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah, dalam firman-Nya: “Dan kawinkanlah ornag-orang yang sendirian di antara kamu dan ornag-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya: “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (Hadist Riwayat Ahmad 2:251, Nasa’i, Tirmidzi ,Ibnu Majah Hadist No. 2518, dan Hakim 2 : 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu’anhu).

  1. Tujuan Pernikahan Dalam Islam
  1. Untuk memenuhi Tuntunan Naluri Mnausia yang Asasi
Pernikahan adalah fitrah manuaisa,maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan denga cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan bepacaran, kumpul kebo, melacur, berzina,lesbi,homo,dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
  1. Untuk Membentengi Ahlak yang Luhur
Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam islam dia antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji. Islam memandang perkawianan dan pembentukan keluarga sebagai saranaefektif untuk memeliahara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan .
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuknikah, maka nikahla, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi Farji (kemaluan). Dan Barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa(shaum), karena shaum itu didapat membentengi dirinya”.(Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bikhari, Muslim,Tirmiszi, Nasa’i, Darimi,Ibnu Jarud Dan Baihaqi).
  1. Untuk menegakkan Rumah Tangga yang Islami
Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agara suami istri melaksnakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal:
  1. Harus Kafa’ah
Menurut Islam , Ka’faah atau kesamaan kesepadangan atau sederajat dalam pernikahan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka untuk mendirikan dan mambina rumah tangga yang Islami insyaallah akan terwujud. Tetapi ka’faah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta ahlaq seseorang, bukan status sosial,keturunan dan lain-lainnya. Allah memandang sama derajat seseorang baik ituorang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat taqwanya.
Sabda Rasulullah shallallahua’alaihi wa sallam : “Wanita dikawini karena empat hal: karena hartanya, karena keturunanya , karena kecantikannya, dan karena agamanya . Mka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keIslamannya), sebab kalau tidak demikian, niscya kamu akan celaka.”(Hadits Shahih Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175)
  1. Memilih yang shalihah
Menurut Al-Qur’an wanita yang shalihah ialah: “wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisa : 34)
Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang Shahih diantara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah: “Ta’at kepada Allah, Ta’at kepada Rasul memakai Jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan(tabarruj) seperti wanita jahiliyah(Al-Ahzab:32, Tidak berdua-duan dengan laki-laki yang bukan mahram, Ta’at kepada kedua orang Tua dalam kebaikan, Ta’at kepada suami dan baik kepada tetangganya dan alin sebagainya.
  1. Untuk meningkatkan Ibadah Kepada Allah
Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah(sedekah).
  1. Untuk mencari Keturunan yang Shalih
Tujuan pernikahan diantaranya ialahuntuk melestarikan an mengembangkan bani Adam, Allah berfirman: “Allah telah menjadikan drai diri-diri kamuitu pasangan suami istridan menjadikan bagimu dari istri-istri itu, anak-anka dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengikari nikamt Allah?”(An-Nahl:72)
Yang terpenting dalampernikahan adalah mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, ayitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah.
  1. Tata Cara Pernikahan Dalam Islam
Islam telah memberikan konsep yang jelastentang tata cara pernikahan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang Shahih (sesuai dengan pemahaman para Salafus Shalih) adalah :
  1. Khitbah (Peminangan)
Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena memungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam halini Islam melarang seoarng muslim meminang wanita yang sednag dipinang oleh orang lain(Muttafaq ‘alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (Hadits Shahih Riwayat Ahmad , Abu Dawud, Tirmidzi No.1093 Dan Darimi)
  1. Aqad Nikah
Dalam Aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang ahrus dipenuhi:
  1. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai
  2. Adanya Ijab Qabul
  3. Adanya Mahar
  4. Adanya Wali
  5. Adanya saksi-saksi
  1. Walimah
Waliamatul ‘ursy hukumnya wajib dan disunahkan sesederhana mungkin dan dalamwalimah hendaknya diundang orang-orang miskin.
Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang –orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada abdaNabi shallallahu’alaihi wa sallam:
janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa”.(Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud , Tirmidzi, Hakim 4:128 Dan Ahmad3:38 Dari Abu Sa’id Al-Khudri)


  1. Sebagian Peyelewengan yang terjadi dalam Pernikahan yang Wajib Dihilangkan
  1. Pacaran
Kebanyakan orang sebelum melangsungkan pernikahan biasanya “berpacaran” terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagaimasa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cita kasih terhadap lawan jenisnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :” Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya". (hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukari dan Muslim ).
  1. Tukar Cincin
Dalam peminangan biasanya ada tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan dari ajaran agama Islam.
  1. Menuntut Mahar yang Tinggi
Menurut Islam sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal.
Adapun besar kecilnya mahar, alangkah baiknya bila dibicarakan kedua belah pihak dan diberikan dengan ikhlas dan senang hati.
  1. Mengikuti Upacara Adat
Ajaran dan peraturan Islam harus lebih tinggi dari segalanya. Setiap acara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk dihilangkan.
  1. Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum Jahiliyah
Kaum Jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa’ Wal Banin, ketika mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa’ Wal Banin ( semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam. Dari Al-Hasan, bahwa ‘Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan uacapan jahiliyah :Birafa’ Wal Banin. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka selara berkata : “janganlah kalian uacapkan demikian ! karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ucapan demikian. Para tamu bertanya : “lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid ?”.
Aqil menjelaskan : “ucapakanlah Barakallahu lakum wa Baraka ‘Alayikum”(mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikian ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “. (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad 3:451 dan lain-lain)
  1. Adanya Ikhtilath
Ikhtilath bercampurnya laki-lakidan perempuan hingga terjadinya pandang memandang, sentuh-menyetuh , jabat tangan antara laki-laki dan wanita.
Menurut islam antara mempelai laki-laki dan wanita harus dipisah sehingga apa yang kita sebutkan diatas dapat dihindari semuanya.
  1. Pelanggaran Lain
Pelanggaran –pelanggaran lain yang sring dilakukan diantaranya adalah musik yang hinggar bingar .


  1. Khatimah
Rumah tangga yang ideal menurut ajaran Islam adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang), Allah berfirman: “Dan di antara tanda –tanda kekuasaan –Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan dia (juga) telah menjadikan diantaramu (suami-istri) rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda – tanda bagi kaum yang berpikir”.(Ar-Rumm : 21)


sumber :

  1. Judul Buku : Aturan Pernikahan dalam Islam
  2. Jenis Buku : Pengetahuan
  3. Pengarang : Djamaludin Arra’uf bin Dahlan
  4. Penerbit : JAL Publising, JAKARTA
  5. Cetakan : Pertama, 2011
  6. Halaman Buku : 144 Halaman
  7. Panjang Buku : 14 x 20 cm.